Terima Kasih Atas Kunjungannya..

Semoga Artikel-artikel ini bermanfaat untuk anda.
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Otak Adalah Bank Pikiran Anda


Tahukah anda, diantara keajaiban otak yang kita miliki, otak kita bisa berperan layaknya sebuah Bank. Ya, karena setiap hari anda memasukkan deposito pikiran dalam “Bank Pikiran” Anda. Apabila anda duduk dan berfikir, atau kalau anda sedang menghadapi suatu masalah, sesungguhnya secara tidak langsung anda berkata kepada Bank Ingatan anda: “Apa yang telah saya ketahui mengenai hal ini?”

Bank ingatan anda akan segera memberikan jawaban kepada anda, beberapa keterangan tentang situasi yang anda depositokan dimasa-masa lalu.
Penghitung dalam Bank Ingatan anda sangat bisa dipercaya. Tak pernah ia memberikan keterangan yang salah. Jika anda bertaya kepadanya “Saudara Penghitung, saya akan mengambil beberapa pikiran yang saya depositokan dimasa lalu, yang membuktikan bahwa saya merasa rendah diri terhadap siapapun”, maka ia akan mengatakan: “Tentu Tuan, Ingatlah bagaimana anda gagal dua kali ketika anda mencoba sesuatu?, Ingat apa yang dikatakan guru kelas anda ketika anda sekolah dasar tentanganda, yang tidak pernah bisa mengerjakan pekerjaan rumah…Ingat apa yang dikatakan teman-teman sekerja anda, tentang kemalasan anda…Ingat….”
Dan penghitung itu akan terus-menerus berkata, dan menggali hal demi hal yang mengingatkan anda, bahwa anda tidak mampu mengerjakan sesuatu.
Tapi…, pergilah ke Penghitung Bank Ingatan anda itu, dan berkata kepada kepadanya: “Saudara Penghitung. Saya mengahdapi masalah sukar, dan belum tahu bagaimana mengambil keputusan. Bisakah anda memberikan pikiran2 yang membuat saya yakin dan percaya kepada diri sendiri?”
Dan penghitung itu menjawab. “Tentu, Tuan. Ingat akan keberhasilan Tuan dalam menghadapi situasi yang sama pada tanggal sekian….Ingat betapa besar kepercayaan Mr.X kepada anda…..Ingat apa kata teman-teman Tuan tentang kelebihan Tuan….Ingat………..”
Penghitung yang sangat pekal sekali itu memberikan pikiran2 yang anda perlukan. Karena Bank itu adalah Bank Anda.
Jadi salah satu cara yang harus anda optimalkan dari Bank Pikiran Anda adalah, berusahalah untuk hanya menyimpan pikiran2 positif dalam Bank Ingatan Anda. Jangan biarkan pikiran2 negatif melemahkan mental anda. Jangan mau mengingat-ingat peristiwa2 dan situasi2 yang tidak meng-enakan.
Bagaimana dengan Anda, sudahkan mengoptimalkan Bank Pikiran Anda dalam menghadapi masa2 sulit anda?
Sumber: “The Magic Of Thinking BIG”
Read more >>

Pura-pura Itu Sesuatu Yang Perlu


Salam super, salam sejahtera saya sampaikan kepada anda semuanya, sungguh tidak terasa minggu ke-2 di bulan pertama tahun 2009 ini sudah terlewati. Sebagian dari kita sedang berlari kencang demi menggapai resolusi dan cita-cita di tahun ini. Tetapi sebagian yang lainnya belum menentukan arah atau bahkan tidak tahu sama sekali akan lari kemana. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sudah menentukan arah, dan dalam kecepatan berlari, atau sedang menambah kecepatan untuk mengejar apa yang yang menjadi impian kita.
Mengapa impian? Karena impian kita semua tiada lain selain menjadi dan tetap menjadi orang baik. Bukankah demikian? Satu pointer yang saya suka dari Pak MT adalah “bahwa ilmu yang tidak pernah menua adalah kebaikan”. Apa maksudnya? Maksudnya adalah, menurut hemat saya, bahwa kebaikan selama ini sudah ada dan akan selalu ada untuk kita jabat erat-erat, sementara kita berproses, bertumbuh dan berkembang, ke arah kebaikan tentunya.
Apa yang anda pikirkan jika anda mendengar sebuah nasihat seperti ini?
“Berpura-puralah seolah-olah sudah menjadi orang baik”
Loh… kok kita malah harus berpura-pura ? bukankah pura-pura itu menipu ?
Jangan salah sangka dulu, karena pada kalimat tersebut mengandung pesan kuat, bahwa pribadi ini dengan rendah hati, menyadarai bahwa dirinya belum sampai pada target yang baik. Dan mohon dibedakan dengan kalimat “pura-pura baik” yang memiliki makna sifat negatif karena mengandung kepalsuan.
Jadi intinya jika kita belum menjadi apa yang kita inginkan (yang baik tentunya), maka berlakulah seolah-olah sudah menjadi atau akan menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut. Apabila kita konsisten pura-pura seolah-olah sudah menjadi, lama-lama kita kita akan menjadi terbiasa. Dan tanpa kita sadari, kita sudah menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut.
Pura-pura adalah cara untuk membangun
kualitas pribadi yang lebih dewasa
yang lebih tinggi kelasnya.
Karena orang-orang yang berada pada kelas dibawah,
tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan
pada pergaulan kelas diatasnya.
Berpura-pura tidak negatif,
Karena berpura-pura adalah cara untuk membayar dimuka
sesuatu kedewasaan yang kita belum miliki.
Berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous
tampil di lingkungan yang lebih senior,
bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan
tetapi upaya penyelamatan diri,
sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki.
Pura-pura itu sesuatu yang perlu,
dan mohon dibedakan dari kepalsuan
(MT START POINT)
Bagaimana dengan anda? Apakah Anda memiliki pengalaman berpura-pura seolah-olah sudah menjadi orang baik ?
Read more >>

Salam Sahabat....


Salam hangat bagi sahabat sekalian, izinkan saya untuk share sedikit pengetahuan diblog ini. Ada banyak cara untuk meraih kebahagiaan, ada banyak jalan untuk menuju sukses. Setiap kita berhak untuk mendapakan kebahagiaan dan kesuksesan hidup maupun kehidupan yang akan datang. Tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa tidak semua orang bisa mendapatkannya?. Ada orang yang dengan mudahnya bisa meraih kesuksesan seolah tanpa hambatan, tapi ada pula yang sudah banting tulang tapi hasilnya hanya itu-itu saja. Inilah perbedaan orang yang sudah tahu ilmunya dengan orang yang belum tahu ilmunya.
Bukankah kita diajarkan dengan ilmu seperti ini “Jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia maka kamu harus tahu triknya ilmunya, jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan akhirat, maka harus tahu triknya ilmunya, dan jika kamu ingin meraih keduanya, maka kamupun harus tahu triknya ilmunya” . Konsep Inilah yang akrab dengan sebutan Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas. Yup ketiga unsur ini harus bisa bersinergi satu sama lain tidak boleh terpisahkan.
Dalam blog yang sederhana ini, saya akan berbagi walaupun tidak banyak, tentang motivasi, tips bisnis, dan berbagai catatan lainnya yang mudah2an akan bermanfaat untuk semuanya. Sebagian dari pembaca sekalian terutama blogger senior dan internet marketer pasti sudah banyak yang tahu, dan merasakan manisnya hasil jerih payah yang dilakukan dari berinternet ria. Tetapi tidak sedikit yang masih kebingungan, dan masih mencari-cari bagaimana format yang pas, mudah2an tulisan2 disini bisa sedikit membantu.
Read more >>

Pikiran Adalah Wujud Dari Anda


Memang jelas bahwa banyak tingkah laku manusia merupakan teka-teki. Apakah anda pernah bertanya, mengapa seorang salesman memberi salam kepada seorang langganan dengan: “Selamat siang Tuan. Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan?”, tapi ia mengabaikan yang lain. Atau bagaimana orang membuka pintu untuk wanita yang satu akan tetapi tidak untuk yang lain?. Atau mengapa seorang karyawan melaksanakan intstruksi atasannya yang satu dengan segera dan seksama, akan tetapi kurang memperhatikan instruksi atasan yang lain?. Atau mengapa kita kurang memperhatikan apa yang dikatakan A, akan tetapi tak demikian halnya dengan apa yang dikatakan oleh B?.
Perhatikan sekitar anda.
Perhatikan dengan lebih seksama, maka anda akan mengetahui pula bahwa orang yang makin dihormati juga merupakan orang yang makin sukses.
Apa yang menjadi sebab? Jawabanyya sangat singkat: Cara Berfikir.
Cara Berfikir itulah yang membuatnya demikian. Orang yang menganggap atau berfikir bahwa dirinya kurang, juga akan dianggap kurang, dan secara otomatis diapun menjadi kurang. Karena berfikir mengatur perbuatan. Jika merasa kurang, maka iapun bersikap dan berkelakuan seperti yang dipikirkannya. Jadi: Kurang. Dan ini tidak bisa ditutupi, juga tak akan bisa ditutupi dengan bersikap “hebat” dan sok ini, sok itu.
Orang yang merasa dirinya tidak penting maka akan menjadi tidak penting.
Sebaliknya, orang yang benar-benar berfikir bahwa ia cocok dan sepadan dengan tugasnya, memang demikian            adanya.
Supaya menjadi penting, kita harus benar-benar berfikir bahwa kita ini penting, Maka tanpa diminta, orang lain juga akan menganggap demikian.
Disini logikanya:
Cara berfikir anda menentukan perbuatan anda.
Cara berbuat anda pada gilirannya menentukan : Bagaimana orang lain menanggapi anda.
Sepertihalnya dengan tahap-tahap lain dalam program pribadi untuk sukses, caramembuat supaya dihormati itu sangat sederhana. Untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain, anda harus lebih dahulu berfikir bahwa anda patut dihormati. Dan makin banyak penghormatan yang anda berikan kepada diri sendiri, maka makin banyak penghormatan orang lain terhadap diri anda.
Hormat pada diri sendiri tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat. Marilah kita memberi perhatian khusus kepada beberapa cara tertentu yang membuat kita bisa meningkatkan selfrespect kita, dan dengan demikian kita layak dihormati oleh orang lain.
Bersikaplah penting….., ini akan membantu anda untuk berfikir bahwa anda itu penting.
Hormat-diri (selfrespect) tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Marilah kita perhatikan salah satu cara untuk meningkatkan hormat itu, dan dengan demikian meningkatkan rasa hormat orang lain terhadap kita.
Ingin tahu cara Meningkatakn dan Menyempurnakan Cara Berfikir Anda? Ikuti posting berikutnya….
Read more >>

Jenghis Khan


Jenghis Khan adalah seorang panglima perang yang sangat terkenal dari Mongolia. Salah satu kebiasaannya adalah selalu meyertakan burung rajawalinya untuk ikut dalam setiap pertempuran.
Suatu kali, setelah selesai melakukan pertempuran yang hebat, Jenghis Khan beristirahat di suatu tepian air terjun kecil bersama dengan burung rajawalinya. Dia sengaja agak meyepi dari serdadunya agar bisa beristirahat.
Tiba-tiba ia mulai merasa haus, lalu ia bangkit berdiri, kemudian membawa pundi tanah liat minumnya untuk mengambil air dari air terjun kecil yang ada di dekatnya. Ketika dia hendak menampung air, tiba-tiba burung rajawalinya menyambar pundi-pundi tersebut hingga terpental. Sang Panglima kaget luar biasa, tidak pernah sang rajawali yang setia menyambar tempat minumannya.
“Ah, mungkin dia sedang bercanda, “ gumamnya dalam hati.
Lalu kembali mengambil air dengan menggunakan pundi yang sudah jatuh tadi. lagi-lagi sang rajawali menyambar dari arah yang berlawanan sehingga pundi tersebut terpental sangat jauh. Jengis Khan yang haus semakin jengkel. Pikirannya ini bukan bercanda lagi , melainkan sudah melecehkan tuannya.
Disertai amarah yang besar, sang panglima akan membunuh burung rajawalinya bila dia kembali mengganggu dirinya. Jenghis Khan pun kembali menampng air untuk yang ke tiga kalinya. Air baru terisi seperempat pundi, tanpa disangka-sangka dari arah belakang tiba-tiba sang rajawali menyambar lagi pundi-pundinya. Serangan yang teramat keras dan tiba-tiba itu, membuat pundi yang dipegang Jenghis Khan terbanting pecah.
Jenghis Khan marah luar biasa, disertai emosi yang meluap-luap diayunkannya pedang perangnya dan ditebaskannya pada burung raawalinya, yang ketika itu masih terbang rendah. Seketika itu pula, sang rajawali pun terkulai lemas dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
Setelah puas melampiasakan kemarahannya, sang panglima naik ke panggung-tebing tempat dimana sumber mata air-untuk minum, seklaigus melihat-lihat keadaan disekitarnya. Begitu sampai diatas, betapa kagetnya sang panglima karena di mata air tersebut tergeletak bangkai seekor binatang yang sudah membusuk. Dia menjadi sadar, bahwa sejak tadi si burung rajawali telah berusaha memberitahukan dirinya bahwa air yang akan diminum tersebut telah tercemar bangkai binatang.
Lunglailah Jenghis Khan. Tiba-tiba rasa hausnya hilang menatap rajawalinya yang setia telah mati oleh perbuatannya sendiri. Dilepaskannya pakaian perangnya, lalu dibungkuskannya pada tubuh burung rajawalinya, kemudian dikuburkan dengan upacara kemiliteran.
Sebagai panglima, ia bisa mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun ia tidak dapat menguasai dan mengalahkan dirinya sendiri. Ini yang sekaligus menjadi peringatan bagi para serdadunya, bahwa sebelum menguasai orang lain, kuasai terlebih dahulu diri sendiri.
Penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari lagit, melainkan diperoleh dariproses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Hikmahnya luar biasa, dalam dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota. Diri kita ‘bawa-bawa’ saat ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau menjadi lawan. Tergantung pilihan kita untuk menjalani hidup ini.”
(Artikel ini disadur dari Buku Setengah Isi Setengang Kosong-Parlindungan Marpaung)
Read more >>

Kisah Kecoa Kecil


Selamat bagi sahabat Indonesia yang hari ini telah melakukan pencontrengan. Ya.., hari ini adalah hari yang bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia, untuk memilih wakil rakyat di parlemen.  Bagi sahabat yang sudah mempunyai hak pilih, dan tercatat di DPT sangat disayangkan jika tidak mempergunakan kesempatan emas ini. Terlepas dari masih adanya berbagai kekurangan disana-sini dalam pelaksanaan PEMILU kali ini, termasuk warga yang tidak bisa menggunakna hak pilih-nya karena tidak tercatat di DPT, yang didalamnya termasuk saya dan istri. Semoga kita mendapatkan wakil rakyat yang amanah.
Sambil memantau perkembangan hasil perhitungan cepat di TV, saya akan sedikit share sebuah artikel menarik yang diambil dari Buku “Half Full-Half Empty” Karya Parlindungan Marpaung. Buku ini sangat sarat dengan cerita inspriratif termasuk artikel yang akan saya share disini yang sedikit menyinggung Caleg.
Dikisahkan tentang seoarang karyawan, dokter perusahaan, mahasisiwa yang sedang praktik kerja, dan Caleg (Calon Legislatif) yang gagal, sedang asyik membicarakan situasi politik Indonesia sambil minum kopi di sebuah kantin. Sedang asyiknya mereka ngobrol, entah darimana datangnya, beberapa ekor kecoa terbang dan masuk kedalam cangkir kopi mereka masing-masing. Tak ayal lagi, kecoa itupun berenang-renang disetiap cangkir.
Spontan sang dokter langsung bereaksi meminta supaya kopinya diganti dengan yang baru. Mahasiswa serta merta mengambil kecoa yang ada didalam gelasnya, dikeringkan lalu dilepaskannya kembali, sementara kopinya masih tetap diminum. Saking semangatnya berbicara, sang Caleg tidak terlalu mementingkan kecoa yang masuk ke gelasnya. Sementara yang lain sibuk dengan kecoa yang ada di gelasnya masing-masing, Caleg meminum kopi bersama kecoa yang ada didalamnya. Pikirannya tidak terkonsentrasi pada kecoa, melainkan pada persoalan PEMILU yang sedang hangat-hangatnya waktu itu.
Lain halnya dengan karyawan. Dengan pengalamannya sebagai karyawan senior, yang sudah dimutasi kemana-mana, dia mengusulkan sepuluh alternatif tentang penyelesaian masalah kecoa kecil ini sebagai berikut:
Pertama, membentuk petugas kantin dan meminta kopi pengganti yang baru serta gratis.
Kedua, Menuduh mahasiswa yang telah memasukan kecoa kecil kedalam gelasnya.
Ketiga, Mengajak dokter segera membawanya ke klinik pengobatan perusahaan untuk diperiksa kesehatannya bahkan di ‘rontgen’ untuk memastikan apakah sudah ada kecoa lain yang mendahului masuk kedalam perutnya atau tidak.
Keempat, Mem-PTUN-kan sang Caleg yang gagal karena telah mengabaikan kepentingan rakyat banyak, hanya untuk kepentingan diri dan golongannya, sehingga kecoa semakin berkembang biak di daerah tersebut.
Kelima, Karyawan tersebut akan memerintahkan seluruh pejabat dan karyawan lainnya serta serikat pekerja untuk kerja bakti membersihkan perusahaan dari kecoa-kecoa.
Keenam, Berkoordinasi dengan humas meminta konferensi pers bahwa perusahaan ini telah mendukung upaya terciptanya lingkungan sehat, melalui kerja bakti yang diusulkannya.
Ketujuh, Berusaha memperoleh sertifikat ISO 14000 tentang kebersihan lingkungan, khususnya lingkungan perusahaan.
Kedelapan, Mengusulkan kepada manajemen agar tidak hanya lingkungan perusahaan yang dibersihkan, namun juga perangkat sarana juga dibersihkan dari kecoa-kecoa.
Kesembilan, Melobi pihak manajemen untuk mengucurkan dana sekian milyar, untuk membersihkan seluruh perangkat dan sarana perusahaan dari kecoa.
Terakhir, Ketika dana yang dikucurkan hampir habis, sang karyawan bermaksud mengundang kembali dokter perusahaan, mahasiswa yang sedang praktek dan Caleg yang gagal dalam Pemilu, untuk duduk minum kopi kembali sambil, memerintahkan kecoa kecil untuk masuk kembali ke gelas mereka masing-masing.
Ada banyak cara untuk memasukkan pendapatan ke prusahaan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa lebih banyak cara lagi untuk mengeluarkan uang dari perusahaan sebagai biaya, apalagi dengan menghalalkan segala macam cara. Kreatifitas manusia yang dianugrahkan Sang Khalik memang bermuara pada hal yang baik maupun yang tidak baik, bergantung dari kualitas moral si pemilik krativitas tersebut. Salah satu keunikan manusia adalah selalu berkeinginan untuk mencari sela-sela kelemahan dari suatu peraturan agar dapat dinikmati hasilnya tanpa tuntutan apapun.
Mengembangkan kasus ini dalam hal korupsi misaknya, Arvan Pradiansyah(2004) menyitir perbedaan korupsi di Malaysia dan di Indonesia.Dikatakannya, korupsi diMalaysia rumusnya adalah : ” Bagikan dulu kepada rakyat, nanti sisanya kita korupsi”. Sementara di Indonesia katanya : ” Bagi-bagi dulu diantara pejabat, baru sisanya untuk rakyat!” -Lebih kejam!.
Diantara sekian banyak penyimpangan yang dilakukan oleh manusia, kita boleh sangat bersyukur, karena benih-benih untuk berbuat baik masih sangat besar dan potensial dalam diri manusia. Dia ibarat harta karun yang perlu digali melalui pengalaman hidup, perjuangan bahkan dengan air mata.
Bersyukur pula karena melalui agama yang kita yakini hingga hari ini masih terus mengumandangkan nilai-nilai luhur yang harus dicapai manusia sebagai ciptaan yang paling sempurna. Tinggal bagaimana melaksanakannya sebagai satu kesatuan yang utuh. Semua dimulai dari mensyukuri atas semua yang dimiliki, memiliki ikhtiar untuk memberikan yang terbaik, serta mendeteksi bahkan menghapus perlahan-lahan keserakahan yang justru semakin menurunkan harga diri.
Read more >>

Ujian Hidup


Konon kabanya, menurut para ahli, mutiara yang mahal itu berasal dari masuknya sebutir pasir kedalam tiram yang terbuka. Pasir yang masuk ini ternyata menimbulkan sakit yang luar biasa sehingga untuk menahan rasa sakit tersebut, sang tiram membungkus pasir itu dengan “air liurnya” terus menerus selama bertahun-tahun. Sebutir pasir yang terus menerus dibungkus dengan “air liurnya” tiram tersebut, secara tidak sadar telah menghadirkan mutiara yang indah dan mahal harganya.
Terkadang hidup ini perlu merasakan rasa sakit dan ujian bahkan jatuh hingga titik nol untuk menemukan esensi nilai hidup itu sendiri. Billi P.S. Lim dalam bukunya ‘Dare to fail’ mengatakan bahwa banyak orang menerjemahkan hidup ini dan penderitaan sebagai satu bagian dari kegagalan hidup. Itulah sebabnya ia mengatakan ‘No failure, only success delayed’ (Tidak ada kegagalan, melainkan hanya sukses yang tertunda).
Socrates pernah berkata bahwa hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi (unexamined life is not worth living). Hanya ada satu tempat didunia ini dimana manusia terbebas dari segala ujian hidup, yakni kuburan. Berarti, tanda bahwa manusia tersebut masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan dan penderitaan. Lebih baik kita gagal daripada tidak tahu mengapa kita gagal.
Seorang profesor pernah mengatakan bagaimana perak harus dimurnikan sebanyak tujuh kali. Perak yang masih kotor harus dipanaskan dan dilelehkan, karena perak berberat jenis cukup besar, maka ketika dipanaskan dia akan turun dan kotorannya akan naik. Saat itulah kotoran2 yang sudah naik tersebut disaring dan dibersihkan. Setelah mengalami pembersihan tahap pertama, maka kembali perak itu dicairkan untuk tahap kedua kalinya lalu disaring kembali. Hal ini harus dilakukan berulang kali untuk mencapai tingkat kemurnian yang diharapkan. Setelah tujuh kali, barulah perak itu murni, tinggal menyisihkan kotoran2 yang halusnya saja.
Alhasil, setelah melalui berkali-kali proses pembersihan, perak itu begitu cemerlang bagaikan cermin. Padahal, ketika masih kotor, betapa sulitnya untuk bercermin pada perak tersebut. Namun setelah tujuh kali dipanaskan, orang baru dapat melihat wajahnya sendiri pada perak tersebut. Dari sini kita dapat ambil hikmah, bahwa ketika‘kotoran hidup’ (karakter, watak dan kebiasaan negatif sulit lekang sekalipun sudah berkali-kali berusaha untuk meninggalkannya), maka kita tampaknya perlu masuk dapur api pengujian hidup agar dapat menemukan kembali makna hidup itu sendiri.

“Sesungguhya bersama kesulitan tersimpan kemudahan. Dan sungguh bersama kesulitan itu kemudahan.” (Al-lnsyirah: 5-6)
Mestinya tidak ada lagi tersisa kata untuk menyerah dalam hidup. Sebab, janji Allah adalah suatu hal yang pasti. Jelas, bahwa bersama kesulitan tersimpan kemudahan. Dan tidak ada satupun manusia yang hidup di dunia ini kecuali ia akan mengenyam kesulitan beberapa saat. Namun, bukankah tidak selamanya siang itu ada atau malam itu bertahta. Namun, siang akan berganti malam dan malam pun akan disambut oleh siang.
Jadi, jalanilah hidup ini sesuai dengan sunnatullah dari Yang Maha mencipta alam ini dan seisinya. Merupakan sunnatullah juga, bahwa manusia hendaknya memulai kesuksesannya dari hal yang kecil. Mereka harus meniti anak-anak tangga untuk menuju kesuksesan. Jika ia terjatuh pada satu anak tangga, maka sadarlah bahwa sesungguhnya ia sedang menyambut kemenangan dan kelapangan.
Maka, bukalah pintu-pintu kemenangan dan kelapangan tersebut dengan kunci-kunci yang tepat, agar engkau termasuk orang-orang yang beruntung.
“Dan ketahuilah sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesulitan, dan sungguh bersama kesulitan itu bersama kemudahan.” (Al-Arba’un an-NawawTyyah, no. 19).
/* Sebagian dari artikel ini disadur dari “Half Full-Half Empty” by Parlindungan Marpaung
Read more >>

BEJ..? Kelaut Aje...!!


Jangan salah sangka dulu, BEJ disini bukan Bursa Efek Jakarta yang sekarang telah melebur menjadi BEI (Bursa Efek Indonesia) loh. Tapi BEJ yang akan kita bahas kali ini adalah Blame, Excuse, Justify. Bahasan cantik ini, dikutif dari Buku “Financial Revolution” Karya Tung Desem Waringinsebuah buku Best Seller yang sudah menginspirasi jutaan orang.
Andaikata di bagian tubuh kita tertusuk sebuah duri, hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengoleskan obat pada bagian tubuh yang luka itu, adalah mencabut duri yang tertancap terlebih dahulu. Kalau duri itu dibiarkan, sehebat apaun obat dan vitamin yang kita konsumsi, luka kita dijamin tidak akan sembuh. Malahan sebaliknya luka itu akan membusuk dan mengakibatkan inspeksi.
Begitupun yang terjadi pada jiwa dan hati kita, apabila jiwa dan hati ini ingin peka, maka tugas pertama yang harus dilakukan adalah membersihkannya dari hal yang menghalangi kualitas kepekaannya.
Ada banyak cara untuk melatih kepekaan hati ini, tapi setidaknya disini kita akan bahas tiga penyakit yang akan mengurangi kepekaannya, sekaligus menghambat laju sukses seseorang. Tiga hal tersebut adalah Blame, Excuse, Justify atau disingkatBEJ.
Ketika seorang mulai Blame (menyalahkan) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang ini tidak akan belajar dari kegagalannya. Dan orang yang tidak belajar dari kegagalan, adalah orang gagal yang sesungguhnya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi.
Ketika seseorang mulai mengajukan excuse (beralasan), seperti mengatakan terlalu muda, terlalu tua, cuma lulusan SMP, tidak berbakat, saya seorang perempuan, saya laki-laki, saya cuma…., saya terlalu…., saya tidak…, dan sebagainya, orang ini tidak akan bertindak sama sekali. Dan bila tidak ada tindakan apapun, tidak ada hasil apapun.
Justify atau pembenaran adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasan untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Misalnya, “Terang saja saya tak berhasil, karena saya tidak punya gelar!. Dan sama sekali tidaklah mengherankan kalau Amir selalu mendapatkan promsi karena dia lulusan luar negeri!”
Ketika orang lain lebih hebat daripada dirinya, orang seperti ini akan melakukan pembenaran tanpa terinspirasi untuk belajar atau menjadi lebih hebat. Kata-kata orang seperti ini khas sekali. Mereka suka menggunakan ungkapan seperti “Terang saja…”, “tidak heran…”, “Sudah tentu…”, “Tentu saja…”, “Sudah selayaknya…”, “Sudah layak dan sepantasnya…”. Bila melihat orang kaya, seorang yang suka melakukanjustify akan mengatakan, “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah di luar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”
Semua ungkapan itu sebenarnya disampaikan, atau digumamkan pada diri sendiri, dengan maksud untuk membenarkan keadaannya. Dalam contoh diatas, kalau orang seperti itu bergumam “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah diluar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”, dia secara tidak langsung juga mau menegakkan sesuatu, yaitu “Nah, saya kan bukan anak orang kaya, bukan lulusan luar negeri, tak punya modal, maka wajar saja kalau saya tidak berhasil…”
Yang menyedihkan ialah bahwa apapun yang dikatakan oleh orang yang suka BEJ ini ada kebenarannya. Memang benar kalau misalnya orang umur 19 tahun berkata,“Saya baru berumur 19 kok, kan belum punya pengalaman.” Benar bahwa dia berumur 19 tahun, benar bahwa dia belum punya pengalaman, tapi belum tentu benar bahwa sukses itu mengandalkan pengalaman.
Dalam contoh diatas, benar bahwa anak orang kaya yang sukses itu memang sekolah di luar negeri dan modal banyak. Orang yang suka BEJ memakai kebenaran itu sebagai alasan untuk kemalasan dan keengganannya untuk berubah, sehingga kebenaran-kebenaran ini tidak ada manfaatnya. Satu-satunya manfaat adalah hanya membuat orang terssebut jadi hancur karena tidak belajar dan bertindak untuk menjadi lebih baik.
Read more >>