Terima Kasih Atas Kunjungannya..

Semoga Artikel-artikel ini bermanfaat untuk anda.
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Salam Sahabat....


Salam hangat bagi sahabat sekalian, izinkan saya untuk share sedikit pengetahuan diblog ini. Ada banyak cara untuk meraih kebahagiaan, ada banyak jalan untuk menuju sukses. Setiap kita berhak untuk mendapakan kebahagiaan dan kesuksesan hidup maupun kehidupan yang akan datang. Tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa tidak semua orang bisa mendapatkannya?. Ada orang yang dengan mudahnya bisa meraih kesuksesan seolah tanpa hambatan, tapi ada pula yang sudah banting tulang tapi hasilnya hanya itu-itu saja. Inilah perbedaan orang yang sudah tahu ilmunya dengan orang yang belum tahu ilmunya.
Bukankah kita diajarkan dengan ilmu seperti ini “Jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia maka kamu harus tahu triknya ilmunya, jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan akhirat, maka harus tahu triknya ilmunya, dan jika kamu ingin meraih keduanya, maka kamupun harus tahu triknya ilmunya” . Konsep Inilah yang akrab dengan sebutan Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas. Yup ketiga unsur ini harus bisa bersinergi satu sama lain tidak boleh terpisahkan.
Dalam blog yang sederhana ini, saya akan berbagi walaupun tidak banyak, tentang motivasi, tips bisnis, dan berbagai catatan lainnya yang mudah2an akan bermanfaat untuk semuanya. Sebagian dari pembaca sekalian terutama blogger senior dan internet marketer pasti sudah banyak yang tahu, dan merasakan manisnya hasil jerih payah yang dilakukan dari berinternet ria. Tetapi tidak sedikit yang masih kebingungan, dan masih mencari-cari bagaimana format yang pas, mudah2an tulisan2 disini bisa sedikit membantu.
Read more >>

Pikiran Adalah Wujud Dari Anda


Memang jelas bahwa banyak tingkah laku manusia merupakan teka-teki. Apakah anda pernah bertanya, mengapa seorang salesman memberi salam kepada seorang langganan dengan: “Selamat siang Tuan. Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan?”, tapi ia mengabaikan yang lain. Atau bagaimana orang membuka pintu untuk wanita yang satu akan tetapi tidak untuk yang lain?. Atau mengapa seorang karyawan melaksanakan intstruksi atasannya yang satu dengan segera dan seksama, akan tetapi kurang memperhatikan instruksi atasan yang lain?. Atau mengapa kita kurang memperhatikan apa yang dikatakan A, akan tetapi tak demikian halnya dengan apa yang dikatakan oleh B?.
Perhatikan sekitar anda.
Perhatikan dengan lebih seksama, maka anda akan mengetahui pula bahwa orang yang makin dihormati juga merupakan orang yang makin sukses.
Apa yang menjadi sebab? Jawabanyya sangat singkat: Cara Berfikir.
Cara Berfikir itulah yang membuatnya demikian. Orang yang menganggap atau berfikir bahwa dirinya kurang, juga akan dianggap kurang, dan secara otomatis diapun menjadi kurang. Karena berfikir mengatur perbuatan. Jika merasa kurang, maka iapun bersikap dan berkelakuan seperti yang dipikirkannya. Jadi: Kurang. Dan ini tidak bisa ditutupi, juga tak akan bisa ditutupi dengan bersikap “hebat” dan sok ini, sok itu.
Orang yang merasa dirinya tidak penting maka akan menjadi tidak penting.
Sebaliknya, orang yang benar-benar berfikir bahwa ia cocok dan sepadan dengan tugasnya, memang demikian            adanya.
Supaya menjadi penting, kita harus benar-benar berfikir bahwa kita ini penting, Maka tanpa diminta, orang lain juga akan menganggap demikian.
Disini logikanya:
Cara berfikir anda menentukan perbuatan anda.
Cara berbuat anda pada gilirannya menentukan : Bagaimana orang lain menanggapi anda.
Sepertihalnya dengan tahap-tahap lain dalam program pribadi untuk sukses, caramembuat supaya dihormati itu sangat sederhana. Untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain, anda harus lebih dahulu berfikir bahwa anda patut dihormati. Dan makin banyak penghormatan yang anda berikan kepada diri sendiri, maka makin banyak penghormatan orang lain terhadap diri anda.
Hormat pada diri sendiri tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat. Marilah kita memberi perhatian khusus kepada beberapa cara tertentu yang membuat kita bisa meningkatkan selfrespect kita, dan dengan demikian kita layak dihormati oleh orang lain.
Bersikaplah penting….., ini akan membantu anda untuk berfikir bahwa anda itu penting.
Hormat-diri (selfrespect) tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Marilah kita perhatikan salah satu cara untuk meningkatkan hormat itu, dan dengan demikian meningkatkan rasa hormat orang lain terhadap kita.
Ingin tahu cara Meningkatakn dan Menyempurnakan Cara Berfikir Anda? Ikuti posting berikutnya….
Read more >>

Bakar Jembatan


Julius Caesar adalah komandan perang yang berhasil merebut pantai Brittania kerena strateginya yang cukup unik. Dalam catatan sejarah, tercatat bahwa ketika Caesar berhasil mendaratkan pasukannya pada tengah malam yang dingin, komandan berdiam diri sejenak, sementara pasukannya sibuk merapatkan dan menyembunyikan perahu-perahu yang sudah mereka tumpangi. Mereka berfikir, setelah pertempuran selesai akan kembali lagi kekapal induk dengan menggunakan perahu tersebut. Namun, betapa kagetnya semua pasukan begitu mendengar perintah sang komanadan, “Bakar semua perahu yang sudah kamu daratkan!”.
Sebagai pasukan yang taat kepada komandan, mereka pun denga ragu-ragu akhirnya membakar semua perahu sampai hangus. Akhirnya, semua pasukan bertempur habis-habisan, karena mereka berpikir tidak akan kembali lagi, jadi harus menang atau au bertempur.
Perjalanan menuju sukses kerap kali diwarnai oleh kekhawatiran sehingga terkadang membuat kita cenderung untuk kembali, bahkan mundur dari setiap pergumulan hidup yang selalu dilalui. Hal ini pula yang membuat banyak orang mengalami stagnasi pertumbuhan dalam meraih keberhasilan karena takut tidak berhasil atau karena takut ditolak oleh orang lain.
Jhon C. Maxwell pernah mengatakan “Kekhawatiran akan menghambat tindakan, tiadanya tindakan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman menuntun kita pada ketidaktahuan, dan ketidaktahuan akan melahirkan kekhawatiran.”Jadi, ketakutan jika tidak disikapi dengan baik, justru akan melahirkan sejumlah kekhawatiran baru.
Hikmah yang dapat diambil dari cerita ini adalah, jika sudah memulai sesuatu (tentu berdasarkan pertimbangan yang matang) adalah memadamkan semua kemungkinan untuk kembali. Berapa ‘daya tarik’ yang mampu menarik kita untuk kembali adalah keterikatan pikiran dan nostatalgia masa lalu serta fasiklitas yang mungkin masih terkenang dengan segala kemudahannya.
Daya tarik yang demikian membuat pikiran kita yang sedikit banyak akan menciutkan nyali untuk menerima tantangan yang ada di mata kita. Itulah sebabnya, kata-kata yang sering muncul dalam kondisi demikian antara lain: ‘dulu’ atau ’seandainya’.
Ketika perjalanan kita harus mengalami perubahan rute, kembali ke jalan awal merupakan pantangan, kecuali jika mengalami hal-hal yang memang diluar perencanaan dan kekuasaan manusia. Inilah yang pernah dituturkan oleh IsabelMore, “Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyakpun perubahan rute yang anda tempuh, tidak satupun membawa anda kembali. begitu anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.”
Sering kali bila kita ingin memulai suatu usaha atau memulai suatu rencana, selalu ada saja dalam pikiran kita prasangka bahwa bila nanti gagal kita kembali saja dan tidak memulainya lagi, sehingga usaha yang kita lakukan akan sangat tidak masimal dan terkadang jauh di bawah kemampuan kita sebenarnnya. Bakar jembatan yang akan kita buat jalan kembali, hancurkan segala alasan yang akan membuat kita mundur, berperanglah dengan kekuatan dan kemampuan yang besar dalam diri kita. Kalaupun terlalu berat, paling hanya mengubah rute perjalanan saja.
(Disadur dari buku “Setengah Isi Setengah Kosong” buah karya Parlindungan Marpaung)
Read more >>

Jenghis Khan


Jenghis Khan adalah seorang panglima perang yang sangat terkenal dari Mongolia. Salah satu kebiasaannya adalah selalu meyertakan burung rajawalinya untuk ikut dalam setiap pertempuran.
Suatu kali, setelah selesai melakukan pertempuran yang hebat, Jenghis Khan beristirahat di suatu tepian air terjun kecil bersama dengan burung rajawalinya. Dia sengaja agak meyepi dari serdadunya agar bisa beristirahat.
Tiba-tiba ia mulai merasa haus, lalu ia bangkit berdiri, kemudian membawa pundi tanah liat minumnya untuk mengambil air dari air terjun kecil yang ada di dekatnya. Ketika dia hendak menampung air, tiba-tiba burung rajawalinya menyambar pundi-pundi tersebut hingga terpental. Sang Panglima kaget luar biasa, tidak pernah sang rajawali yang setia menyambar tempat minumannya.
“Ah, mungkin dia sedang bercanda, “ gumamnya dalam hati.
Lalu kembali mengambil air dengan menggunakan pundi yang sudah jatuh tadi. lagi-lagi sang rajawali menyambar dari arah yang berlawanan sehingga pundi tersebut terpental sangat jauh. Jengis Khan yang haus semakin jengkel. Pikirannya ini bukan bercanda lagi , melainkan sudah melecehkan tuannya.
Disertai amarah yang besar, sang panglima akan membunuh burung rajawalinya bila dia kembali mengganggu dirinya. Jenghis Khan pun kembali menampng air untuk yang ke tiga kalinya. Air baru terisi seperempat pundi, tanpa disangka-sangka dari arah belakang tiba-tiba sang rajawali menyambar lagi pundi-pundinya. Serangan yang teramat keras dan tiba-tiba itu, membuat pundi yang dipegang Jenghis Khan terbanting pecah.
Jenghis Khan marah luar biasa, disertai emosi yang meluap-luap diayunkannya pedang perangnya dan ditebaskannya pada burung raawalinya, yang ketika itu masih terbang rendah. Seketika itu pula, sang rajawali pun terkulai lemas dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
Setelah puas melampiasakan kemarahannya, sang panglima naik ke panggung-tebing tempat dimana sumber mata air-untuk minum, seklaigus melihat-lihat keadaan disekitarnya. Begitu sampai diatas, betapa kagetnya sang panglima karena di mata air tersebut tergeletak bangkai seekor binatang yang sudah membusuk. Dia menjadi sadar, bahwa sejak tadi si burung rajawali telah berusaha memberitahukan dirinya bahwa air yang akan diminum tersebut telah tercemar bangkai binatang.
Lunglailah Jenghis Khan. Tiba-tiba rasa hausnya hilang menatap rajawalinya yang setia telah mati oleh perbuatannya sendiri. Dilepaskannya pakaian perangnya, lalu dibungkuskannya pada tubuh burung rajawalinya, kemudian dikuburkan dengan upacara kemiliteran.
Sebagai panglima, ia bisa mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun ia tidak dapat menguasai dan mengalahkan dirinya sendiri. Ini yang sekaligus menjadi peringatan bagi para serdadunya, bahwa sebelum menguasai orang lain, kuasai terlebih dahulu diri sendiri.
Penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari lagit, melainkan diperoleh dariproses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Hikmahnya luar biasa, dalam dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota. Diri kita ‘bawa-bawa’ saat ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau menjadi lawan. Tergantung pilihan kita untuk menjalani hidup ini.”
(Artikel ini disadur dari Buku Setengah Isi Setengang Kosong-Parlindungan Marpaung)
Read more >>

Tempayan Retak


Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”
“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya yang membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,” kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.
Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalahtempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tidak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur.(nn)
Read more >>

Godaan Di Atas Segala Godaan


Seorang penyelundup yang sedang buron pergi menemui seorang bijak dan memintanya menyembunyikan barang-barang terlarang dalam rumahnya. Ia yakin berkat kesalehan orang bijak itu, tak seorangpun akan mencurigainya.
Orang bijak itu menolak dan meminta penyelundup itu segera keluar dari rumahnya. ”Saya akan memberikan 100 ribu dolar untuk kebaikan Anda, ” kata si penyelundup. Orang bijak itu agak ragu-ragu sebelum mengatakan ”Tidak.”
”200 ribu,” orang bijak itu tetap menolak. ”500 ribu,” orang bijak itu mengambil tongkat dan berteriak, ”Keluar sekarang juga! Kamu sudah sangat dekat dengan harga saya.”
Sebuah kesadaran yang tepat waktu! Orang bijak itu sadar begitu dirinya tergoda. Kesadaran ini sangat penting. Banyak orang yang tak sadar bahwa dirinya tergoda. Mereka baru sadar setelah segalanya terjadi. Kurangnya latihan seringkali menyebabkan kesadaran datang terlambat.
Semuanya bermuara pada satu kata kunci: UANG. Seorang bijak, Sophocles, pernah mengingatkan kita, ”Tak ada satu halpun di dunia ini yang paling meruntuhkan moral selain uang.”  Memang benar, uang adalah alat penggoda terbesar di dunia. Bahkan berbeda dengan jenis penggoda lainnya seperti wanita dan tahta, tidak ada satupun orang di dunia yang tidak membutuhkan uang. Kita semua sibuk mencari uang agar dapat hidup dengan layak. Nah, karena kita memang mencarinya, sangat wajar kalau kita tergoda ketika ada orang yang menawarkan benda tersebut kepada kita.
Godaan terbesar uang adalah merubah pandangan hidup kita dari ”memiliki” menjadi ”dimiliki.” Kita memang perlu memiliki uang untuk menjalani hidup, tapi uang hanya berfungsi sebagai alat. Kitalah yang menjadi tuannya.
Celakanya, posisi ini sering kali bertukar karena godaan yang ditawarkan uang sangat kuat. Akhirnya kitalah yang ”dimiliki” oleh uang. Tanda-tanda penyakit iniadalah kalau Anda mulai merasa takut kehilangan kedudukan Anda. Ini berarti Andatelah ”dimiliki” oleh uang. Ini akan menghilangkan kebebasan Anda dalam mengungkapkan kebenaran.
Banyak orang yang kaya tetapi tak bahagia dan selalu merasa kekurangan. Sebagai contoh, ada seorang kawan yang kaya mendadak dengan cara memperjual belikan kekuasaannya. Namun alih-alih merasa cukup, istrinya selalu mengeluhkan harga-harga dan biaya hidup yang mahal. Semakin banyak harta yang ia miliki semakin ia merasa kekurangan. Kawan ini juga sangat rentan terhadap stres. Hidupnya penuh dengan ketakutan terhadap perubahan apapun yang mungkin terjadi. Hidup seperti ini memang jauh dari keberkahan.
Uang memang bukanlah segalanya. Orang-orang bijak bahkan selalu mengingatkan kita bahwa yang penting dalam hidup adalah segala sesuatu yang tak dapat dibeli dengan uang: kebahagiaan, cinta, kesehatan, rasa damai dalam hati, rasa percaya dengan orang lain, dan kesadaran yang sempurna. (Sumber: Republika)
Read more >>

Nyanyi Seorang Kakak


Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, “Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.” Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.
Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! “Mami… aku mau nyanyi buat adik kecil!” Ibunya kurang tanggap. “Mami… aku pengen nyanyi!!”  Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. “Mami…. aku kepengen nyanyi!!!” Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. “Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!” batinnya.
Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. “Anak kecil dilarang masuk!” Karen ragu-ragu. “Tapi, suster….” suster tak mau tahu. “Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!”
Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, “Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michaelmelihat adiknya!” Suster terdiam menatap Michael dan berkata, “Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!”
Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut.Michael menatap lekat adiknya… Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “You are my sunshine, my only sunshine, you make me happywhen skies are grey….”
Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. “You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away.”
Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, “Terus…. terus Michael! Teruskan sayang…,” bisik ibunya sambil menangis.
“The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my…” Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur…” I’llalways love you and make you happy, if you will only stay the same…” Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang.
“Lagi sayang…” bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan…. adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai… lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa!
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil siMichael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael”untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi. (SM)
Read more >>

Tantangan Kehidupan


Alkisah, sebuah desa di atas bukit dilanda musim kemarau enam tahun beturut-turut. Suasana desa terasa sedih, putus asa, dan merana. Di tepi desa, tinggal seorang lelaki setengah baya yang punya tiga anak pria dewasa. Namun semuanya pemalas, tak pernah mau mencari pekerjaan. Alasannya, di mana-mana susah, karena musim kemarau itu. Semua nasihat sang ayah hilang begitu saja. Mereka lebih suka melamun dan tidur.
Di belakang bukit yang mengelilingi desa itu, ada sebuah desa sangat subur. Di tengahnya mengalir sungai yang tak pernah kering. Andai kata ada yang mampu memindahkan gunung, dan mengubah aliran sungai, desa itu bakal memiliki air cukup, dan tak akan lagi kekeringan. Namun di desa itu tak ada seorang pun yang berani berpikir untuk memindahkan sang gunung. Sesuatu yang tak mungkin.
Uniknya, lelaki setengah baya yang tinggal di tepi desa tadi akhirnya terpanggil untuk menyelesaikan tantangan yang tidak mungkin itu. Suatu hari, setelah fajar, sang lelaki membulatkan tekadnya. Ia mengambil cangkul dan mulai berjalan ke gunung. Ia bekerja dari subuh hingga matahari tenggelam, tak kenal lelah. Mencangkul dan mencangkul.
Setelah seminggu ia bekerja, akhirnya anak-anaknya pun mulai memperhatikan ulah sang ayah. Ketika diceritakan bahwa sang ayah ingin memindahkan gunung, ketiga anaknya terbahak-bahak. Mereka menganggap ayahnya gila, dan mau melakukan hal yang tak mungkin. Sang ayah terdiam saja. Ia terus melanjutkan pekerjaannya dari hari ke hari. Sebulan kemudian, cerita ini menyebar ke seluruh desa. Sang lelaki itu kini malah dijuluki gila oleh semua warga desa.
Ketiga anak lelaki itu lama-lama malu dengan olokan warga desa. Hingga suatu hari mereka memutuskan membantu ayahnya. Sejak itu, keempat lelaki itu selalu berangkat subuh, dan mencangkul gunung hingga matahari tenggelam. Setelah beberapa bulan mereka bekerja, warga desa mulai melihat sebuah lubang besar di gunung. Tak lama kemudian, seluruh desa ikut bergabung. Setahun lebih, gunung itu bolong. Air mengalir melalui sebuah terowongan. Desa itu tak pernah lagi kekeringan.
“Nothing is impossible.” Tidak ada yang tidak mungkin. Jangan pernah menganggap remeh sebuah cita-cita atau angan-angan. Rahasianya, bagaimana mengubah cita-cita itu menjadi sebuah tantangan nyata. Kalau sudah menjadi tantangan, pasti bisa dikerjakan dan pasti memberikan hasil.
Cita-cita dan angan-angan hanya akan menjadi lamunan kosong kalau tidak kita wujudkan menjadi tantangan kehidupan. Tantangan adalah sebuah “road map“, petayang melukiskan hal-hal yang harus kita kerjakan untuk mencapai sebuah prestasi besar.
Cita-cita dan angan-angan adalah roh. Tantangan adalah tubuh tempat roh bersemayam. Tanpa tantangan, roh itu hanya akan melayang-layang dan kehilangan wujudnya. Kalau Anda punya visi, cita-cita, dan angan-angan, jangan lupa menerjemahkannya menjadi tantangan yang bisa memotivasi keikutsertaan orang-orang terdekat Anda.
Read more >>

Bawang Bombay Kehidupan


Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan.
“Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda?” Pengajar pun meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas, dan mulai melakukan permainan itu.
“Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”
Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya. Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya.
Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.
Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.
Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata: “Coret satu lagi!”
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya.
“Silakan coret satu lagi!”
Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.
Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya:
“Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?”
Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya. “Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”
Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.
Bagi sahabat yang sudah memiliki pasangan hidup (suami/istri), tanpa mengurangi rasa sayang kepada orang-orang terdekat lainnya – semoga pasangan hidup kita tetap menjadi pasangan sejati, yang hanya kematian yang bisa memisahkan.
Read more >>