Terima Kasih Atas Kunjungannya..

Semoga Artikel-artikel ini bermanfaat untuk anda.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

5 Hal Yang Dapat Merubah Kekalahan Menjadi Kemenangan


Perbedaan antara sukses dan gagal terletak pada Setback (Kemunduran), rintangan, hal-hal yang mengecilkan hati, dan situasi-situasi lain yang mengecewekan.
So.. ini tips buat anda yang ingin merubah kegagalan anda menjadi sebuah kemenangan yang hakiki :
  1. Pelajarilah kemunduran (setback) untuk menempuh jalan ke arah keberhasilan. Jika anda kalah atau rugi, belajarlah dari kekalahan atau kerugian anda itu dan berusahalah untuk menang di lain waktu.
  2. Milikilah keberanian untuk menjadi pengkritik diri anda sendiri. Carilah kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan anda, lalu perbaikilah. Ini akan membuat anda menjadi pribadi yang profesional.
  3. Jangan Sekali-kali menyalahkan “Nasib Buruk”. Cari dan temukanlah apa yang menyebabkan kegagalan itu terjadi, sebab jika hanya bisa menyalahkan maka hal itu tidak akan pernah membawa anda pada tujuan anda.
  4. Gabungkanlah ketekunan dan experimen-experimen baru. Jangan merubah tujuan anda dan jangan pula membenturkan kepala anda pada tembok. Cobalah pendekatan-pendekatan baru serta buatlah experimen-experimen.
  5. Ingat, bahwa selalu ada segi baik/positif dan hikmah dalam setiap situasi. Temukan, ketahuai, dan lihatlah segi positifnya dan hilangkan rasa keputusasaan dalam diri.
(Sumber : The Magic Of Thinking BIG)
Read more >>

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja Ala Mario Teguh


Mengawali sebuah karir pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan adalahmasih menjadi idaman, bagi sebagian besar calon tenaga kerja baru. Keahlian dan pengetahuan dasar sesuai bidang ilmunya tentu sudah dikuasai. Tetapi perlu diketahui,  untuk menjadi pribadi siap kerja, tidak hanya masalah itu saja yang harus diperhatikan. Kita ini mahluk sosial, harus pula memperhatikan lingkungan sekitar, guna mendukung karir yang kita impikan. Ada Tips menarik untuk Menjadi Pribadi Siap Kerja dari Sang Inspirator kita Bp Mario Teguh, berikut point-point-nya:
  1. Jadilah Pribadi yang Diterima, yaitu pribadi yang aman dan tidak berbahaya bagisenior anda, bersikap sewajarnya dan natural serta jangan mengurangi kebaikanAnda.
  2. Jadilah Pribadi yang Disukai, yaitu pribadi yang sudah mulai diajak makan siang bersama, bersenda gurau atau bahkan mendapat hadiah dari senior Anda.  Nasihatnya, jangan mudah tersinggung, mudahlah membantu, ikhlas memuji, tulus meminta maaf dan sportif.
  3. Jadilah Pribadi yang Dipercaya, yaitu pribadi yang dianggap penting, sering dimintai saran, usulan bahkan nasihat oleh atasan. Nasihatnya, jadilah orang yang dipercaya orang besar, jujur dalam memberikan pendapat dan dalam melakukan segala hal, dukung atasan dengan cara yang sesuai norma dan buatlah ia terkesan pada Anda.
  4. Jadilah Orang yang Dihormati, yaitu orang yang terus berlaku jujur, karenanya karyawan yang dihormati akan banyak hal yang didapat seperti gaji bagus, fasilitas jempolan dan peluang sukses yang cemerlang di depan Anda.
Saya pikir ke-empat Tips diatas, tidak hanya berlaku bagi orang yang pertama kali masuk dunia kerja saja, tapi berlaku bagi setiap kita apapun profesi-nya. Pribadi yang bisa diterima, Pribadi yang disukai, Pribadi yang dipercaya dan menjadi orang yang dihormati. Sudahkah kita berusaha menjadi pribadi seperti ini?
Sumber (Majalah Kartini edisi Februari 2009 No.2236.)
Read more >>

9 Prinsip Menuju Kesuksesan Hidup


Setelah kita mempelajari  10 Rumus Menuju Sukses, selanjutnya kita akan mempelajari Peta Hidup untuk meraih kesuksesan yang menjadi impian kita. PetaHidup ini dituangkan dalam 9 Prinsip Membangun Kesuksesan Hidup, berikut point-point-nya:
  1. Tetapkan tujuan yang ingin anda capai, ciptakan suatu citra (image) tentang diri anda 10 tahun yang akan datang.
  2. Susunlah rencana untuk 10 tahun kehidupan anda ke depan. Kehidupan anda terlalu berharga untuk dibiarkan meluncur sendiri tanpa rencana, tuliskanlah diatas kertas apa yang anda ingin capai lalu wujudkan dalam kerjaan anda, keluarga anda, dan kehidupan sosial anda.
  3. Serahkan diri kepada keinginan-keinginan anda. Tetapkan tujuan-tujuan supaya energi anda lebih banyak dan terfokuskan, yaitu tujuan-tujuan untuk bisa berprestasi lebih banyak sehingga temukanlah kenikmatan hidup yang sebenarnya.
  4. Jadikanlah tujuan-tujuan anda itu sebagai “Pilot Otomatis” anda, jika tujuan-tujuan ini terserap dalam diri anda maka anda akan termudahkan dalam mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan yang anda ingnkan.
  5. Capailah tujuan-tujuan anda dengan maju selangkah demi selangkah, Anggaplah pekerjaan apapun yang anda laksanakan betapapun remehnya jadikan itu sebagai batu loncatan untuk maju.
  6. Usahakanlah setiap harinya anda mendapatkan manfaat dari apa yang anda kerjakan hari itu. Setiap detik setiap hembusan nafas anda adalah penentu dari hasil akhir tujuan-tujuan anda.
  7. Ambillah jalan lain kalau jalan yang nada tempuh buntu. Tapi jangan tinggalkan tujuan utama anda.
  8. Investasikan diri anda, belilah hal-hal yang dapat meningkatkan mental dan efisiensi anda. Tanamkan jiwa yang penuh dengan gagasan-gagasan yang luar biasa super disetiap gerak anda.
  9. Selalulah ingat dan percaya kepada Tuhan, serahkan tujuan dan harapan anda kepadaNya. Karena bisa jadi apa yang anda anggap baik belum tentu hal itu sepenuhnya baik untuk anda. Berdo’a dan berusaha dengan baik dalam menjalaninya adalah jalan terbaik untuk menemukan tujuan akhir yang bahagia dalam hidup anda.
Read more >>

Misteri Di Balik Warna


Warna ada dimana-mana dan sejak dulu warna warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia, namun baru belakangan berhasil dimanfaatkan secara luas. Pada setiap warna mempunyai karakter dan sifat yang berbeda-beda, misalnya wana Biru Tua melambangkan keadaan yang tenang dan lemah lembut. SedangkanKuning Terang melambangkan harapan dan aktifitas.
Berikut ini karakter dan sifat dari warna-warna lainnya :
BIRU TUA
melambangkan perasaan yang dalam.
mempunyai sifat konsentrasi, pasif, kerjasama, dapat menerima, perasa, cerdas, bersatu.
mempunyai pengaruh tenang, cepat puas, lemah lembut, bijaksana, penyayang, tidak mudah tersinggung, banyak kawan
BIRU HIJAU
Melambangkan elastisitas keinginan.
Sifat : Konsentrasi, pasif, bertahan, bergerak sendiri, senang menguasai miliknya, tidak berubah akal
Pengaruh : Teguh dan kokoh, mempertahankan miliknya, suka ngotot, keras kepala, sering bangga diri, berpendirian tetap.
MERAH ORANGE
Melambangkan kekuatan kemauan.
Sifat : Eksentrik, aktif, agresif, bersaing.
Pengaruh : Berkemauan keras, penuh gairah, senang menguasai, jantan.
KUNING TERANG
Melambangkan spontanitas eksentrik.
Sifat : Eksentrik, aktif, menonjol, maju, toleran, berkemauan, senang menyelidik.
Pengaruh : Berubah-ubah sikap, berpengharapan, asli, riang, dermawan,sukses, tidak mudah percaya.
ABU-ABU
Warna abu-abu tidak menunjukan arti yang jelas, tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologis. Warna abu-abu cenderung netral.
BIRU
Warna biru tua melambangkan ketenangan yang sempurna, warna ini mempunyai efek menenangkan saraf pusat, tekanan darah, denyut nadi, tarikan nafas. Sementara semua menurun, mekanisme pertahanan tubuh membangun organisme.
HIJAU
Warna hijau melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, dan kekerasan hati, juga mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa.
So, termasuk kelompok warna dominan manakah anda? :-D
Read more >>

Tingkatkan Dan Sempurnakan Cara Berpikir Anda


Setelah kita mempelajari topik Pikiran Anda Adalah Wujud Anda, maka kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara Meningkatkan dan Menempurnakan CaraBerpikir. Menatar, meningkatkan dan menyempurnakan Cara Berpikir anda berarti menatar, meningkatkan dan menyempurnakan perbuatan dan karya-karya anda.
Ada cara mudah untuk membuat anda lebih besar dan lebih penting dengan berpikir seperti orang-orang besar dan penting.
Rangkumlah beberapa kasus yang kira-kira banyak menghampiri anda, dan buatlah pertanyaan2 kreatif atas kasus tersebut. Contoh kasus sebagai berikut:
Kalau saya gelisah :
Apakah orang besar juga gelisah menghadapi masalah seperti yang saya hadapi?, Apakah orang yang sangat sukses yang saya kenal terganggu oleh masalah ini?
Gagasan :
Apa yang dilakukan orang-orang penting kalau ia ada gagasan?
Kesan lahiriah:
Apakah saya mempunyai kesan lahiriah yang mengandung hormat diri (self resfect) secara maximum?
Bahasa saya:
Apakah saya menggunakan bahasa orang-orang sukses?
Bacaan saya:
Apakah orang-orang penting membaca ini?
Percakapan:
Apakah orang-orang penting mempercakapkan soal ini?
Kalau saya kehilangan kesabaran:
Apakah orang penting menjadi bingung atau marah, seperti saya sekarang?
Lelucon:
Apakah ini lelucon yang dilancarkan oleh orang-orang penting?
Pekerjaan saya:
Bagaimana orang penting mengatakan tentang pekerjaan kepada orang lain?
Patrikan dalam kesadaran anda pertanyaan: “Apakah ini cara yang dilakukan oleh orang-orang yang penting?” Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan itu untuk membuatanda menjadi pribadi yang lebih besar dan lebih sukses.
Read more >>

Salam Sahabat....


Salam hangat bagi sahabat sekalian, izinkan saya untuk share sedikit pengetahuan diblog ini. Ada banyak cara untuk meraih kebahagiaan, ada banyak jalan untuk menuju sukses. Setiap kita berhak untuk mendapakan kebahagiaan dan kesuksesan hidup maupun kehidupan yang akan datang. Tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa tidak semua orang bisa mendapatkannya?. Ada orang yang dengan mudahnya bisa meraih kesuksesan seolah tanpa hambatan, tapi ada pula yang sudah banting tulang tapi hasilnya hanya itu-itu saja. Inilah perbedaan orang yang sudah tahu ilmunya dengan orang yang belum tahu ilmunya.
Bukankah kita diajarkan dengan ilmu seperti ini “Jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia maka kamu harus tahu triknya ilmunya, jika kamu ingin mendapatkan kesuksesan akhirat, maka harus tahu triknya ilmunya, dan jika kamu ingin meraih keduanya, maka kamupun harus tahu triknya ilmunya” . Konsep Inilah yang akrab dengan sebutan Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas. Yup ketiga unsur ini harus bisa bersinergi satu sama lain tidak boleh terpisahkan.
Dalam blog yang sederhana ini, saya akan berbagi walaupun tidak banyak, tentang motivasi, tips bisnis, dan berbagai catatan lainnya yang mudah2an akan bermanfaat untuk semuanya. Sebagian dari pembaca sekalian terutama blogger senior dan internet marketer pasti sudah banyak yang tahu, dan merasakan manisnya hasil jerih payah yang dilakukan dari berinternet ria. Tetapi tidak sedikit yang masih kebingungan, dan masih mencari-cari bagaimana format yang pas, mudah2an tulisan2 disini bisa sedikit membantu.
Read more >>

Pikiran Adalah Wujud Dari Anda


Memang jelas bahwa banyak tingkah laku manusia merupakan teka-teki. Apakah anda pernah bertanya, mengapa seorang salesman memberi salam kepada seorang langganan dengan: “Selamat siang Tuan. Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan?”, tapi ia mengabaikan yang lain. Atau bagaimana orang membuka pintu untuk wanita yang satu akan tetapi tidak untuk yang lain?. Atau mengapa seorang karyawan melaksanakan intstruksi atasannya yang satu dengan segera dan seksama, akan tetapi kurang memperhatikan instruksi atasan yang lain?. Atau mengapa kita kurang memperhatikan apa yang dikatakan A, akan tetapi tak demikian halnya dengan apa yang dikatakan oleh B?.
Perhatikan sekitar anda.
Perhatikan dengan lebih seksama, maka anda akan mengetahui pula bahwa orang yang makin dihormati juga merupakan orang yang makin sukses.
Apa yang menjadi sebab? Jawabanyya sangat singkat: Cara Berfikir.
Cara Berfikir itulah yang membuatnya demikian. Orang yang menganggap atau berfikir bahwa dirinya kurang, juga akan dianggap kurang, dan secara otomatis diapun menjadi kurang. Karena berfikir mengatur perbuatan. Jika merasa kurang, maka iapun bersikap dan berkelakuan seperti yang dipikirkannya. Jadi: Kurang. Dan ini tidak bisa ditutupi, juga tak akan bisa ditutupi dengan bersikap “hebat” dan sok ini, sok itu.
Orang yang merasa dirinya tidak penting maka akan menjadi tidak penting.
Sebaliknya, orang yang benar-benar berfikir bahwa ia cocok dan sepadan dengan tugasnya, memang demikian            adanya.
Supaya menjadi penting, kita harus benar-benar berfikir bahwa kita ini penting, Maka tanpa diminta, orang lain juga akan menganggap demikian.
Disini logikanya:
Cara berfikir anda menentukan perbuatan anda.
Cara berbuat anda pada gilirannya menentukan : Bagaimana orang lain menanggapi anda.
Sepertihalnya dengan tahap-tahap lain dalam program pribadi untuk sukses, caramembuat supaya dihormati itu sangat sederhana. Untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain, anda harus lebih dahulu berfikir bahwa anda patut dihormati. Dan makin banyak penghormatan yang anda berikan kepada diri sendiri, maka makin banyak penghormatan orang lain terhadap diri anda.
Hormat pada diri sendiri tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat. Marilah kita memberi perhatian khusus kepada beberapa cara tertentu yang membuat kita bisa meningkatkan selfrespect kita, dan dengan demikian kita layak dihormati oleh orang lain.
Bersikaplah penting….., ini akan membantu anda untuk berfikir bahwa anda itu penting.
Hormat-diri (selfrespect) tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Marilah kita perhatikan salah satu cara untuk meningkatkan hormat itu, dan dengan demikian meningkatkan rasa hormat orang lain terhadap kita.
Ingin tahu cara Meningkatakn dan Menyempurnakan Cara Berfikir Anda? Ikuti posting berikutnya….
Read more >>

Bakar Jembatan


Julius Caesar adalah komandan perang yang berhasil merebut pantai Brittania kerena strateginya yang cukup unik. Dalam catatan sejarah, tercatat bahwa ketika Caesar berhasil mendaratkan pasukannya pada tengah malam yang dingin, komandan berdiam diri sejenak, sementara pasukannya sibuk merapatkan dan menyembunyikan perahu-perahu yang sudah mereka tumpangi. Mereka berfikir, setelah pertempuran selesai akan kembali lagi kekapal induk dengan menggunakan perahu tersebut. Namun, betapa kagetnya semua pasukan begitu mendengar perintah sang komanadan, “Bakar semua perahu yang sudah kamu daratkan!”.
Sebagai pasukan yang taat kepada komandan, mereka pun denga ragu-ragu akhirnya membakar semua perahu sampai hangus. Akhirnya, semua pasukan bertempur habis-habisan, karena mereka berpikir tidak akan kembali lagi, jadi harus menang atau au bertempur.
Perjalanan menuju sukses kerap kali diwarnai oleh kekhawatiran sehingga terkadang membuat kita cenderung untuk kembali, bahkan mundur dari setiap pergumulan hidup yang selalu dilalui. Hal ini pula yang membuat banyak orang mengalami stagnasi pertumbuhan dalam meraih keberhasilan karena takut tidak berhasil atau karena takut ditolak oleh orang lain.
Jhon C. Maxwell pernah mengatakan “Kekhawatiran akan menghambat tindakan, tiadanya tindakan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman menuntun kita pada ketidaktahuan, dan ketidaktahuan akan melahirkan kekhawatiran.”Jadi, ketakutan jika tidak disikapi dengan baik, justru akan melahirkan sejumlah kekhawatiran baru.
Hikmah yang dapat diambil dari cerita ini adalah, jika sudah memulai sesuatu (tentu berdasarkan pertimbangan yang matang) adalah memadamkan semua kemungkinan untuk kembali. Berapa ‘daya tarik’ yang mampu menarik kita untuk kembali adalah keterikatan pikiran dan nostatalgia masa lalu serta fasiklitas yang mungkin masih terkenang dengan segala kemudahannya.
Daya tarik yang demikian membuat pikiran kita yang sedikit banyak akan menciutkan nyali untuk menerima tantangan yang ada di mata kita. Itulah sebabnya, kata-kata yang sering muncul dalam kondisi demikian antara lain: ‘dulu’ atau ’seandainya’.
Ketika perjalanan kita harus mengalami perubahan rute, kembali ke jalan awal merupakan pantangan, kecuali jika mengalami hal-hal yang memang diluar perencanaan dan kekuasaan manusia. Inilah yang pernah dituturkan oleh IsabelMore, “Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyakpun perubahan rute yang anda tempuh, tidak satupun membawa anda kembali. begitu anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.”
Sering kali bila kita ingin memulai suatu usaha atau memulai suatu rencana, selalu ada saja dalam pikiran kita prasangka bahwa bila nanti gagal kita kembali saja dan tidak memulainya lagi, sehingga usaha yang kita lakukan akan sangat tidak masimal dan terkadang jauh di bawah kemampuan kita sebenarnnya. Bakar jembatan yang akan kita buat jalan kembali, hancurkan segala alasan yang akan membuat kita mundur, berperanglah dengan kekuatan dan kemampuan yang besar dalam diri kita. Kalaupun terlalu berat, paling hanya mengubah rute perjalanan saja.
(Disadur dari buku “Setengah Isi Setengah Kosong” buah karya Parlindungan Marpaung)
Read more >>

Anda Adalah Kekayaan Anda


Banyak diantara kita belum merasa memiliki apa2, bahkan merasa sangat miskin hanya karena belum punya rumah mewah, mobil mewah, dan perlengkapan lainnya yang menjadi standar orang dianggap kaya pada umumnya. Padahal tahukah andabahwa anda memiliki kekayaan yang tidak ternilai, yaitu diri anda sendiri.
Kalo tidak percaya mari kita hitung, coba tes ambil kertas sekarang. Tolong tulis dan semua harus melakukan: Tolong dihargai mata sebelah kanan Anda. Anda tidak boleh menulis bahwa itu priceless, Anda tidak boleh menulis bahwa itu tidak boleh dijual. Ayo please tolong dikasih harga mata sebelah kanan, kira-kira berapa? Sebutkan yang terlintas, Anda harus kasih harga.
Oke sekarang tambah lagi, tangan kanan Anda berapa harganya? Oke sekarang tambah lagi, kaki kanan Anda harganya berapa? Ginjal kanan Anda? Jantung Anda? Berapa harganya?
Mungkin Triliuner, Puluhan Milyar, Puluhan Triliun! Betul sebetulnya memang priceless, tidak ternilai harganya. Begitu luar biasa harganya mungkin Triliuner segala macam dan itupun kita sangat ragu-ragu, misalnya ketika ada orang yang mau membeli kepala kita.
Sekarang kita adalah kekayaan kita. Tapi Lebih dalam dari hanya kondisi fisik kita, adalah pikiran kita. Nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa “uang adalah ide” dan ide datangnya dari pikiran, kreatifitas kita sangat luar biasa, kesehatan kita dan kemudian energi kita, pikiran positif kita, tindakan positif kita, senyum manis kita,cara bergaul kita, itu sebetulnya adalah aset dan kekayaan kita.
Sedangkan kewajiban kita yang menarik semua kekayaan kita termasuk kemarahan, kebencian, kedengkian, kecemburuan, kata-kata yang negatif itu pikiran negatif sangat-sangat mengurangi kekayaan kita.
Jadi mulai hari ini saran saya: kembangkan aset yang ada dalam diri kita sendiri yaitu berpikiran kita yang positif, berpikiran kita yang sangat-sangatlah kreatif, mental kita yang sangat- sangatlah bagus, kondisi kesehatan kita, teman-teman kita, bergaul kita, sikap-sikap kita yang baik dan selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita.
Yang akhirnya benar-benar membuat kita menjadi kaya, dalam dunia materi, sertaspiritual, mental dan kesehatan.
*/Artikel ini disadur dari   “24 Ilmu Milyader” Karya “Tung Desem Waringin”
Read more >>

Jenghis Khan


Jenghis Khan adalah seorang panglima perang yang sangat terkenal dari Mongolia. Salah satu kebiasaannya adalah selalu meyertakan burung rajawalinya untuk ikut dalam setiap pertempuran.
Suatu kali, setelah selesai melakukan pertempuran yang hebat, Jenghis Khan beristirahat di suatu tepian air terjun kecil bersama dengan burung rajawalinya. Dia sengaja agak meyepi dari serdadunya agar bisa beristirahat.
Tiba-tiba ia mulai merasa haus, lalu ia bangkit berdiri, kemudian membawa pundi tanah liat minumnya untuk mengambil air dari air terjun kecil yang ada di dekatnya. Ketika dia hendak menampung air, tiba-tiba burung rajawalinya menyambar pundi-pundi tersebut hingga terpental. Sang Panglima kaget luar biasa, tidak pernah sang rajawali yang setia menyambar tempat minumannya.
“Ah, mungkin dia sedang bercanda, “ gumamnya dalam hati.
Lalu kembali mengambil air dengan menggunakan pundi yang sudah jatuh tadi. lagi-lagi sang rajawali menyambar dari arah yang berlawanan sehingga pundi tersebut terpental sangat jauh. Jengis Khan yang haus semakin jengkel. Pikirannya ini bukan bercanda lagi , melainkan sudah melecehkan tuannya.
Disertai amarah yang besar, sang panglima akan membunuh burung rajawalinya bila dia kembali mengganggu dirinya. Jenghis Khan pun kembali menampng air untuk yang ke tiga kalinya. Air baru terisi seperempat pundi, tanpa disangka-sangka dari arah belakang tiba-tiba sang rajawali menyambar lagi pundi-pundinya. Serangan yang teramat keras dan tiba-tiba itu, membuat pundi yang dipegang Jenghis Khan terbanting pecah.
Jenghis Khan marah luar biasa, disertai emosi yang meluap-luap diayunkannya pedang perangnya dan ditebaskannya pada burung raawalinya, yang ketika itu masih terbang rendah. Seketika itu pula, sang rajawali pun terkulai lemas dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
Setelah puas melampiasakan kemarahannya, sang panglima naik ke panggung-tebing tempat dimana sumber mata air-untuk minum, seklaigus melihat-lihat keadaan disekitarnya. Begitu sampai diatas, betapa kagetnya sang panglima karena di mata air tersebut tergeletak bangkai seekor binatang yang sudah membusuk. Dia menjadi sadar, bahwa sejak tadi si burung rajawali telah berusaha memberitahukan dirinya bahwa air yang akan diminum tersebut telah tercemar bangkai binatang.
Lunglailah Jenghis Khan. Tiba-tiba rasa hausnya hilang menatap rajawalinya yang setia telah mati oleh perbuatannya sendiri. Dilepaskannya pakaian perangnya, lalu dibungkuskannya pada tubuh burung rajawalinya, kemudian dikuburkan dengan upacara kemiliteran.
Sebagai panglima, ia bisa mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun ia tidak dapat menguasai dan mengalahkan dirinya sendiri. Ini yang sekaligus menjadi peringatan bagi para serdadunya, bahwa sebelum menguasai orang lain, kuasai terlebih dahulu diri sendiri.
Penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari lagit, melainkan diperoleh dariproses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Hikmahnya luar biasa, dalam dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota. Diri kita ‘bawa-bawa’ saat ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau menjadi lawan. Tergantung pilihan kita untuk menjalani hidup ini.”
(Artikel ini disadur dari Buku Setengah Isi Setengang Kosong-Parlindungan Marpaung)
Read more >>